Sabtu, 04 November 2017

PONTENSI MEDAN MAGNIT PADA MANUSIA MENURUT MPSSGI




PONTENSI MEDAN MAGNIT PADA MANUSIA MENURUT MPSSGI

Mmelihat dari apa telah ditemukan oleh eksperimen para ilmuwan terdahulu tentang Medan Energi,yang menandakan bahwa pada tubuh manusia terdapat Medan Energi yang merupakan potensi yang sudah ada pada diri manusia,Faktor faktor yang menyebabkan Medan Energi tersebut telah diteliti oleh para ilmuwan yang menyatakan pada diri manusia terdapat Medan Energi yang merupakan Medan Magnetik atau Medan Listrik yang dikenal dengan Bioenergi/Biomagnetik/Biolistrik Tubuh.Oleh sebab itu dengan melihat hal tersebut.maka Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia (MPSSGI) mengembangkan suatu bentuk latihan untuk membangkitkan Energi Magnetik pada tubuh manusia ini dengan suatu bentuk latihan yang berbeda,yang dapat memberdayakan Medan Energi tersebut untuk berbagai macam kebutuhan.Untuk lebih jelasnya tentang potensi Medan Energi,maka di bawah ini akan dijelaskan tentang Medan Energi yang terdapat pada manusia.

Pengertian tentang Medan Energi pada tubuh manusia menjadi sangat penting setelah ditemukan bukti-bukti ilmiah sebagai hasil eksperimen para ilmuwan pada saat ini. Medan energi manusia telah terbukti berhubungan dengan kesehatan tubuh fisik dan kesehatan emosional seseorang. Untuk itu anda perlu untuk mengetahui cara bekerja medan energi manusia untuk dapat mempergunakan energi tersebut bagi kesehatan, penyembuhan atau menciptakan sesuatu yang baru bagi anda. Selain itu anda juga harus mengetahui hubungan antara energi-energi pada tubuh anda dan aliran-aliran energi universal yang berproses didalah tubuh. Melalui medan energi kehidupan inilah situasi kehidupan seseorang, pengalaman-pengalaman dan dunia materi tercipta. Referensi sejarah tentang medan energi universal yang dimulai sejak 5000 tahun sebelum masehi.

Medan energi yang berhubungan dengan tubuh manusia telah berhasil diukur dengan alat seperti electroencephalograph (EEG), electrocardiograph (EKG) dan superconducting quantum interference device (SQUID, magnetometer yang amat sensitif). Secara ilmilah medan energi pada tubuh manusia ini disebut sebagai bio energi. Pada saat ini, bio energi seluruh tubuh manusia telah dapat dicetak diatas selembar kertas dengan menggunakan sebuah alat berupa kamera yang dihubungkan dengan sebuah komputer dan sebuah printer. Sudah terdapat beberapa institusi yang menyewakan alat tersebut di Jakarta sehingga anda dapat mengetahui bio energi tubuh anda dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Pemuan Medan Energi sudah ribuan tahun sebelum masehi seperti yang tertera di bawah ini:

1-Pada Tahun 5000 SM di India Medan Energi dinamakan dengan nama Prana,
2-Pada Tahun 3000 SM di China Medan Energi dinamakan dengan nama Chi/Yin/Yang.
3-Pada Tahun 500 SM di Yunani Medan Energi dinamakan dengan nama Vital Energy
4-Pada Tahun 1500 M di Eropa Medan Energi dikenal dengan nama Iliaster Paracelus
5-Pada Tahun 1600 M oleh Gottfriedmonads Wilhelm Von Leibnitz, Medan Magnit dinamakan Monads .
6-Pada Tahun 1700 M oleh Franz Anton Medan Energi dinamakan magnetic fluid
7-Pada Tahun 1800 M oleh Wilhelm von Reichenbach Medan Energi dinama kan odic force

Semua alat tubuh manusia, khususnya syaraf dan otot dalam menjalankan fungsinya selalu berkaitan dengan peristiwa listrik. Dengan demikian sebenarnya manusia merupakan satu sistem biolistrik yang sangat menarik untuk diamati.Manusia disusun oleh lebih dari 1 triliun sel, yang masing-masing sel mempunyai muatan listrik lebih kurang 90 mV dengan muatan positip diluar membran sel dan muatan negatip didalamnya. Cukup hanya dengan hubungan seri menggunakan 3.000 sel saja akan dihasilkan beda potensial sebesar 270 volt, lebih besar dari tegangan listrik 220 volt milik PLN. Padahal kita memiliki lebih dari 1 triliun sel. Itulah gambaran betapa dahsyatnya manusia andaikata hal itu dapat terjadi dalam tubuh manusia.

Pada tubuh manusia terjadi metabolisme, metabolisme adalah proses kimiawi suatu organisme. Metabolisme juga bisa dikatakan sebagai modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme.Metabolisme merupakan aktivitas hidup yang selalu terjadi pada setiap sel hidup. Pada metabolisme sel, bahan dan energi diperoleh dari lingkungan sel yang berupa cairan, misalnya darah . Cairan yang mengelilingi sel disebut cairan ekstrasel.Pada sistem metabolisme tubuh terdapat medan energi yang merupakan biomagnetik yang dihasilkan oleh darah ( FE ) yang mengandung magnetik,dan Cairan tubuh ( HO2) yang mengandung magnetik juga.

Interaksi otak-dan-tubuh pada manusia merupakan fungsi sumsum tulang belakang penting lain dengan kemampuannya untuk mengkoordinasikan gerakan tubuh. Neuron sensorik ditemukan dalam sumsum tulang belakang menanggapi panca indera tubuh dan mengkonversi rangsangan dari lingkungan luar menjadi impuls listrik. Impuls ini kemudian dikirimkan ke sistem saraf pusat untuk diproses. Pada gilirannya, neuron motorik mengubah informasi sistem saraf pusat menjadi impuls listrik yang diarahkan ke otot dan organ, sehingga mengendalikan gerakan.

Dengan melihat Polaritas ion besi ( fe ) yang terdapat pada hemoglobin,dan menjadikan darah manusia bersifat magnetik,dan cairan tubuh manusia yang mengandung hidrogen yang juga bersifat magnit,maka potensi magnetik yang terdapat pada diri manusia ini oleh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia digunakan sebagai biomagnetik yang memiliki medan magnit,dan medan magnit tersebut memiliki daya tarik yang bergetar pada tubuh manusia.

Getaran dari biomagnit dengan medan magnitnya akan menggetarkan sel sel ,jaringan jaringan,dan ala tubuh.Getaran getaran tersebut akan merambat menjadi gelombang yang memiliki frekuensi dan spectrum.Dengan adanya medan magnit karena sifat sifat magnit yang terdapat pada organ tubuh kita,maka hal ini dapat digunakan sebagai suatu media yang bersumber dari tubuh sendiri untuk menjadi tenaga yang bermamfaat.

Pada dasarnya setiap benda di alam ini mempunyai grafitasi atau daya tarik,dan daya tarik ini terjadi karena adanya medan magnit yang terdapat pada benda tersebut.Dengan melihat hal tersebut,maka secara hukum biologi,setiap benda di alam ini memiliki getaran atau bergetar setiap waktu disebabkan karena gerakan dari medan magnitnya.

Medan magnit pada tubuh manusia dapat diperbesar dayanya dengan suatu latihan yang dikembangkan oleh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ).Biomagnetik pada tubuh manusia dapat diberdayakan dengan kekuatan medan magnitnya yang menimbulkan gerak getaran dan menjadi gelombang elektromagnetik tubuh,

Gelombang Elektromanetik tubuh ini sebagai sarana yang digunakan menjadi tenaga supranatural atau tenaga dalam.Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia mengembangkan suatu methode untuk membesar daya biomagnetik dalam diri manusia untuk beberapa tujuan yang akan dicapai,Tenaga yang ditimbulkan oleh medan magnit dari biomagnetik sangat berguna bagi tubuh,sebagai alat penghilang rasa sakit,penyembuh penyakit,penyeimbang mental ,mencerdas kan otak,mempertajm intuisi dan gelombang dapat menembus mistry alam itu sendiri.Untuk lebih jelasnya tentang Biomagnetik,maka berikut ini kita bahas tentang apa dan bagaimana sesungguhnya Biomagnetik yang terdapat pada tubuh manusia.

Biomagnetisme adalah fenomena medan magnetik yang dihasilkan oleh organisme hidup, yang masih merupakan bagian dari bioelektromagnetisme.Asal usul biomagnetisme diperkirakan telah muncul beberapa ratus tahun yang lalu, terkait dengan istilah "magnetisme binatang." Definisi ilmiah saat ini dimulai pada 1970-an, ketika semakin banyak peneliti memulai untuk mengukur medan magnetik yang dihasilkan oleh tubuh manusia.

Gerhard Baule dan Richard McFee pada 1963 dari Departement of Electrical Engineering, Syracuse University, New York mendeteksi medan biomagnetik dari hati manusia dengan menggunakan dua kumparan yang mempunyai 2 juta putaran lilitan yang dihubungkan dengan amplifier yang sangat sensitive.Pada tahun 1970, David Cohen dari MIT dengan menggunakan magnetometer SQUID dapat mengukur medan biomagnetik dari hati manusia, kemudian di 1972 dengan menambah kepekaan magnetometer itu ia berhasil mengukur medan magnetik disekitar kepala yang dihasilkan oleh kegiatan otak. 

Selanjutnya pengamatan empirik menunjukan bahwa penyakit pada jaringan tubuh mengubah medan biomagnetik normal. Sebaliknya medan biomagnetik yang diberikan kepada jaringan organ dapat menghindarkan organ tersebut dari penyakit.

Terciptanya medan magnetik pada manusia dari Struktur hemoglobin dan Polaritas magnetik.ion besi (fe) di hemoglobin, membuat darah bersifat magnetik. cairan tubuh yang mengandung hidrogen (proton) juga bersifat magnetik.Ketika menahan nafas atau bernafas pelan/halus maka jumlah oksigen di paru-paru relatif tetap/terbatas dibandingkan bernafas biasa.

Darah mengalir lewat paru-paru, hemoglobin mengambil oksigen cukup cepat.pada saat oksigen sedikit maka hemoglobin (yang magnetik) akan "mengantri" dengan energi minimum yaitu dengan arah kutub tiap molekul searah membentuk barisan saling menempel dan kibatnya darah dan tubuh menjadi magnetik.

Dengan melihat hal tersebut di atas,maka mendayagunakan potensi Biomagnitik tubuh untuk kesehatan tubuh dan kebutuhan lainnya,dan hal inilah yang mendorong Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ) untuk memperkuat daya medan magnit pada Biomagnetik tubuh manusia dengan latihan latihan yang dikembangkan menurut strata dan jenjeng tertentu.

Dengan melihat hal tersebut di atas tentang Medan Energi pada tubuh manusia yang sangat erat hubungan dengan medan magnit atau biomagnetik pada diri manusia,dilihat dari sistem syaraf dan kandungan zat yang terdapat pada tubuh manusia yang memiliki potensi magnetik energi yang menimbulkan gerak getaran gelombang pada tubuh manusia.

Medan energi yang mengandung energi elektromagnetik atau biogetic ray bersifat multidimensional yang menyelubungi tubuh manusia (Bioplasmik) dan makhluk lainnya.Medannya membentuk karakter ‘emosional’ seseorang.

Aliran energi disuplai kekuatan medan listrik yang dihasilkan oleh tubuh, medan magnit tersebut mengumpulkan energi dari alam . Medan magnit dapat dipengaruhi dari dalam dan lingkungan luar tubuhnya.

Medan magnit inilah yang mengeluarkan getaran,gelombang berupa gelombang suara dan gelombang cahaya.Manifestasinya muncul dalam bentuk pancaran,radiasi yang mengalir mempengarui tubuh dan alam sekitarnya.

Medan Listrik manusia adalah medan energi yang bergerak ,mengalir memancar dengan radiasi gelombangnya. Medan Listrik Tubuh yang ideal mencerminkan kesehatan, aktivitas mental dan keadaan emosi.Dapat mendideksi penyakit yang akan timbul pada tubuh dan akan memiliki refleksi yang tinggi dalam mengenal suatu kejadian secara fisika dan metafisika.

MedanListrik utama adalah berada disekitar tubuh,energi dasar disusun dari darah,cairan tubuh,sel sel tubuh,jaringan jaringan tubuh,dan oragan organ tubuh.yang bereaksi dan memperluas dirinya dengan gerak getaran gelombangnya. Sistem syaraf manusia mengatur gerak sadar dan gerak refleksi,jika medan listrikunya ideal,maka dapat memperkuat kesadaran dan gerak refleksi tubuh yang dapat mempertajam naluri,intink dan intuisi,

Medan Listrik sensitif terhadap situmulus situmulus dari alam sekitarnya.dan memiliki resvon sensitif dengan gerak refleksinya. Bereaksi dengan cepat terhadap sesuatu hal yang menjadi kebutuhan tubuh yang sangat diperlukan,seperti ketika sakit pinggang medan listrik tersebut dengan getaran gelombangnya akan memperbaiki tempat yang sakit.

Semua benda di alam ini materi itu terdiri dari gabungan partikel partikel kecil berbentuk proton dan netron,sehingga hakikat sesungguhnya semua materi itu memiliki daya tarik menarik atau tolak menolak kepada semua benda materi lainnya,untuk dapat terciptanya sifat sifat magnet magnet,maka dasarnya harus kita pahami terlebih dahulu,setelah itu baru kita akan mengenal medan magnetisme dalam batang tubuh kita dan setelah mengenalnya kita dapat memamfaatkannya.

Agar kita dapat menghasilkan bio listrik dalam tubuh kita, energi listrik yang yang menimbulkan medan magnit pada tubuh kita.Bio listrik yang merupakan potensi pada tubuh manusia yang berasal dari sistem syaraf manusia,sel sel tubuh,jaringan jaringan tubuh dan organ organ tubuh dengan kandungan zat yang ada padanya.

Hidup tergantung pada perubahan sinyal-sinyal dari molekul-molekul melalui vibrasinya atau gerak getaranya. Melalui perubahan sinyal-sinyal tersebut fungsi-fungsi biologi dapat dikontrol. Vibrasi molekul-molekul merupakan frekuensi gelombang elektromagnetik yang mengirim sinyal-sinyal. Air merupakan media transmisi pesan berkecepatan tinggi diantara molekul.

Dapat kita bayangkan jutaan molekul secara biologi saling komunikasi pada kecepatan cahaya. Gerak vibrasi-vibrasi molekul biologi tersebut menghasilkan frekuensi gelombang elektromagnetik yang menghasilkan arus listrik sehingga dapat menimbulkan medan elektro-magnetik.

Kerja sistem syaraf dan otak bahkan pertumbuhan tulang terjadi melalui mekanisme kelistrikan. Sinyal-sinyal listrik tubuh merupakan deksriptor terbaik semua fungsi hidup berbagai organ. Itulah sebabnya dunia kedokteran modern tengah fokus pada penelitian tentang pemanfaatan listrik tubuh dalam menangani pasiennya.

Bahwa impuls-impuls atau sinyal-sinyal syaraf dalam sistem syaraf manusia dihantarkan dari reseptor sampai kepada efektor, melalui aliran partikel-partikel bermuatan listrik positif yang searah dengan aliran impuls.

Semakin banyak ion-ion bermuatan yang dialirkan semakin banyak impuls syaraf yang disalurkan. Akibat dari partikel-partikel bermuatan listrik dalam tubuh manusia menyebakan manusia dapat tersengat listrik atau dialiri oleh arus listrik.

Gerak berhubungan dengan adanya energi yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) yang dihasilkan oleh mitokondria dalam proses respirasi sel. Energi yang dihasilkan berupa ion-ion yang memiliki muatan yang berbeda-beda sehingga mengakibatkan timbulnya perbedaan bio potensial tegangan sel .

Tegangan yang paling besar dihasilkan oleh sel-sel saraf (nefron) dan sel-sel otot (muscle). Tegangan sel dapat bertahan konstan dalam jangka waktu yang lama, namun dapat pula diubah melalui suatu perlakuan internal maupun eksternal dalam bentuk gangguan atau rangsangan (fires). Pengubahan nilai tegangan pada sel akan menghasilkan suatu pulsa tegangan (voltage pulses).

Efek yang ditimbulkan oleh pengubahan tengangan ini sangat bergantung pada jenis selnya. Sel-sel saraf, oleh karena pengubahan nilai tegangan selnya, dapat menghasilkan pulsa tegangan yang dapat dirambatkan ke berbagai sel lainnya untuk memberi informasi tentang hal-hal yang kita rasakan dari panca indra.

Tiga macam sel syaraf, yaitu:

1-Sel-sel saraf sensorik atau aferen, Sel saraf sensorik berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor yaitu alat-alat indera ke saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang,

2- Sel saraf motorik/eferen. Sel saraf motorik berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor yaitu otot dan kelenjar,

3- Sel saraf penghubung/ Asosiasi. Sel saraf penghubung berfungsi menghubungkan sel saraf sensoris dengan sel saraf motoris. Pergerakan Implus Syaraf Listrik pada gerak sadar.

Sedangkan sum sum tulang belakang dan otak akan menghasilkan aliran listrik yang refleksi pada tubuh manusia,gerak gerak refleksi dari stimulan yang tanpa disadari menjadikan respon refleks pada tubuh.Respon refleks ini,jika mendapat energi yang kuat dari medan listrik tubuh maka geraknya akan menjangkau hal bersifat fisika dan metafisika tanpa kita sadari,Gerak gerak refleks ini sangat diperlukan pada saat kita menghadapi hal yang menimpa diri kita tanpa kita sangka sangka sebelumnya.

Gelombang refleks dapat menembus fenomena alam metafisika dengan seketika tanpa direncanakan terlebih dahulu,Seperti melihat kejadian kejadian yang terjadi dan akan terjadi tanpa intrument,tanpa meditasi,tanpa pemusatan pikiran,tanpa tirakat,namun hal tersebut terjadi seketika karena medan listrik tubuh sudah kuat dan ideal.

Maka Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ) menemukan suatu methode untuk memperkuat dan memberdayakan Medan Magnit pada tubuh manusia,dengan suatu tehnik yang dikembangkan,tanpa alat mekanik apapun untuk membantu tumbuhnya Energi tersebut.

Medan Energi dapat ditumbuhkan dengan membangkitkan dan memperkuat potensi yang sudah ada pada diri manusia menggunakan suatu bentuk latihan khusus yang ditemukan oleh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia (MPSSGI) yang berbeda dengan cara cara yang telah ditemukan sebelumnya.

Penemuan unik ini tanpa menggunakan olah pernafasan,tanpa menggunakan meditasi,tanpa menggunakan doa atau mantra,namun menggunakan teknik tertentu yang dapat membangkitkan Medan Energi tersebut dengan cepat.

1 komentar: